Perkembangan teknologi yang semakin cepat bikin cara orang menjalankan bisnis berubah total. Kalau dulu usaha identik dengan toko fisik, brosur, dan promosi dari mulut ke mulut, sekarang siapa pun bisa mulai bisnis hanya bermodalkan internet dan smartphone. Fenomena inilah yang dikenal sebagai bisnis digital.
Tapi sebenarnya…
Apa sih bisnis digital itu? Bagaimana cara kerjanya? Dan peluangnya besar atau cuma hype semata?
Yuk kita kupas tuntas.
Apa Itu Bisnis Digital?
Secara sederhana, bisnis digital adalah aktivitas bisnis yang dijalankan, dipromosikan, atau dioptimalkan menggunakan teknologi dan internet.
Yang membedakan dari bisnis tradisional adalah:
- Produk bisa fisik ATAU digital
- Customer datang dari platform digital
- Transaksi terjadi secara online
- Operasional banyak dibantu teknologi (otomatisasi, AI, tools, dll)
Bisnis digital bukan berarti harus perusahaan “tech”. UMKM pun bisa masuk kategori ini ketika menggunakan internet sebagai elemen utama bisnisnya.
Ciri-ciri Bisnis Digital
Supaya makin jelas, ini tanda sebuah bisnis sudah “digital”:
- Punya kehadiran online
Website, social media, marketplace, landing page, atau aplikasi. - Transaksi bisa online
Pembayaran digital, WhatsApp order, keranjang belanja, e-wallet, dll. - Pemasaran dilakukan secara digital
SEO, social media marketing, ads, email marketing, konten, dan lainnya. - Menggunakan teknologi untuk operasional
CRM, AI tools, Google Workspace, automation, dsb. - Data jadi bahan pengambilan keputusan
Contoh: pakai Google Analytics buat lihat perilaku pengunjung.
Kalau bisnismu sudah punya bagian-bagian ini, selamat—itu sudah masuk ranah bisnis digital.
Cara Kerja Bisnis Digital
Sebetulnya, cara kerjanya cukup sederhana dan bisa dijelaskan seperti ini:
1. Temukan masalah atau kebutuhan pasar
Semua bisnis yang berhasil diawali dari problem solving.
Contoh: UMKM butuh cara mudah jualan online → solusinya website + digital marketing.
2. Bangun kehadiran online
Biasanya berupa :
- Website profesional
- Landing page
- Marketplace
- Aplikasi
- Media sosial
Website punya nilai tertinggi karena :
- Bisa dikontrol
- Brand lebih dipercaya
- Lebih stabil daripada algoritma sosial media
3. Bangun trafik
Trafik adalah “darah” bisnis digital.
Sumbernya bisa dari :
- Google (SEO)
- Instagram / TikTok
- Iklan (Ads)
- YouTube
- Email list
- Telegram / komunitas
Tanpa trafik, bisnis online mati sebelum berkembang.
4. Konversikan pengunjung menjadi pelanggan
Inilah inti dari bisnis digital :
- Landing page untuk menjual
- WhatsApp + CTA jelas
- Kepercayaan brand
- Penawaran yang tepat
- Testimoni
- Sistem pembayaran yang mudah
5. Optimasi & skalakan dengan teknologi
Setelah jalan, tinggal dikembangkan :
- Automasi
- CRM
- Email marketing
- Chatbot
- AI content assistant
- SEO jangka panjang
Bisnis digital tidak berhenti di “jualan online”—yang penting justru scaling lewat teknologi.
Contoh Bisnis Digital yang Paling Populer
1. E-commerce / Online Shop
Toko pakaian, aksesoris, kuliner, dan sebagainya.
Bisa pakai IG, marketplace, atau website sendiri.
2. Jasa Pembuatan Website
Seperti layanan jasa pembuatan website profesional di Yudigital, permintaan stabil karena semua bisnis sekarang butuh website.
3. Konten digital & kreator
YouTuber, TikTok, blog monetisasi, kursus online, e-book, dll.
4. Software & Aplikasi
SaaS (Software as a Service), sistem kasir, CRM, dan tools digital.
5. Affiliate Marketing
Promosi produk orang lain → dapat komisi.
6. Digital Agency
Social media management, digital marketing, SEO, branding, dan sebagainya.
7. Cloud kitchen & makanan online
Bisnis kuliner yang fokus via delivery + pemasaran digital.
Peluang Bisnis Digital di 2025: Masih Besar atau Sudah Telat?
Jawabannya: justru lagi besar-besarnya.
Ini alasannya :
- UMKM di Indonesia baru 22% yang go digital 🔥
Artinya pasar masih super luas.
78% UMKM belum punya website dan masih mengandalkan cara manual. - Perpindahan dari offline → online makin cepat 🔥
Pasca pandemi, pola konsumsi bergeser permanen.
Orang lebih nyaman beli online. - Teknologi makin murah dan mudah 🔥
Dulu bikin website mahal dan sulit.
Sekarang WordPress, AI, dan automation bikin semuanya lebih cepat. - AI justru membuka peluang baru 🔥
Bukan mematikan bisnis digital—tapi bikin operasional jadi lebih efisien. - Skill digital makin dicari perusahaan 🔥
Bukan produk digitalnya saja, jasa digital juga naik :- Web development
- SEO
- Talent digital marketing
- Konten kreator
- Social media specialist
Semua sedang naik daun.
Kesimpulan
Bisnis digital bukan tren musiman, tapi sudah menjadi standar baru dunia bisnis. Dengan modal yang jauh lebih rendah daripada bisnis tradisional dan peluang pasar yang terus berkembang, 2025 adalah waktu terbaik untuk mulai atau meningkatkan bisnis digital.
Tidak perlu langsung besar—cukup mulai dari satu hal :
- Bikin website,
- Bangun trafik,
- Bangun brand,
- Manfaatkan teknologi dan AI.
Langkah kecil hari ini bisa jadi fondasi bisnis besar di masa depan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu bisnis digital?
Bisnis digital adalah aktivitas bisnis yang dijalankan, dipromosikan, atau dioptimalkan menggunakan teknologi dan internet, mulai dari pemasaran, transaksi, hingga operasional.
Apa contoh bisnis digital yang populer?
Contoh bisnis digital meliputi online shop, jasa pembuatan website, konten digital, affiliate marketing, digital agency, software, dan cloud kitchen.
Apa perbedaan bisnis online dan bisnis digital?
Bisnis online fokus pada jualan melalui internet, sedangkan bisnis digital lebih luas karena melibatkan teknologi untuk operasional, data, brand, dan otomatisasi.
Bagaimana cara bisnis digital menghasilkan uang?
Melalui penjualan produk atau jasa, monetisasi konten, subscription, iklan, komisi affiliate, atau model SaaS.
Apakah bisnis digital cocok untuk pemula?
Sangat cocok. Modalnya kecil, bisa dikerjakan dari rumah, dan peluangnya sangat besar karena banyak UMKM belum go digital.
Apa peluang bisnis digital di 2025?
2025 adalah tahun besar karena digitalisasi makin cepat, AI makin mudah diakses, dan UMKM belum sepenuhnya online. Pasarnya masih luas.



