Berapa Sih Estimasi Biaya Bikin Website UMKM? (Panduan Lengkap 2025)

biaya bikin website UMKM

Di tahun 2025, kebutuhan UMKM untuk punya website sudah bukan lagi pilihan tambahan—tapi kebutuhan utama. Konsumen makin sering mencari produk lewat Google, membandingkan harga secara online, sampai membeli lewat website resmi toko. Masalahnya, masih banyak pelaku UMKM yang bingung satu hal sederhana: “Sebenarnya berapa sih biaya bikin website UMKM?”

Tenang, bro. Di artikel ini kita bahas lengkap mulai dari jenis website, faktor biaya, kisaran harga paling masuk akal di Indonesia, sampai tips memilih penyedia jasa biar nggak salah pilih. Cocok banget buat pemula yang baru mulai go digital.

Kenapa UMKM Perlu Punya Website di 2025?

Sebelum bahas harga, penting buat tahu kenapa website jadi investasi penting:

  • Meningkatkan kepercayaan: Brand terlihat lebih profesional.
  • Bisa ditemukan di Google: Peluang dapet pelanggan baru makin besar.
  • Operasional lebih efisien: Informasi lengkap, katalog, sampai pemesanan bisa diatur otomatis.
  • Bersaing dengan kompetitor: Banyak UMKM sudah go digital. Jangan ketinggalan.
  • Aset jangka panjang: Website itu milik sendiri, bukan numpang seperti marketplace.

Jadi, biaya bikin website itu sebenarnya bukan pengeluaran, tapi investasi buat pendapatan jangka panjang.

Baca Juga

Panduan Lengkap Bisnis Digital untuk UMKM: Cara Memulai, Jenis, dan Strateginya

Di era serba online seperti sekarang, bisnis digital bukan lagi pilihan tambahan untuk UMKM—tapi sudah menjadi kebutuhan utama…

Jenis-Jenis Website untuk UMKM & Biayanya di 2025

Setiap jenis website punya biaya dan kebutuhan teknis yang berbeda. Berikut gambaran paling realistis untuk pasar Indonesia.

1. Website Profil UMKM (Company Profile)

Cocok untuk: Jasa, bengkel, kuliner, salon, tour & travel, freelancer.

Fitur umum:

  • Halaman Profil
  • Layanan/Produk
  • Kontak + WhatsApp
  • Google Maps
  • Formulir pesan

Kisaran biaya:

Rp 500.000 – Rp 3.000.000
Tergantung desain, revisi, dan fitur tambahan.

2. Website Katalog Produk (Tanpa Checkout)

Cocok untuk: UMKM yang punya banyak produk tapi pemesanan via WhatsApp.

Fitur:

  • Halaman produk lengkap
  • Kategori
  • Query WhatsApp otomatis
  • Foto & deskripsi produk

Kisaran biaya:

Rp 1.000.000 – Rp 5.000.000

3. Website Toko Online (E-Commerce/WooCommerce)

Cocok untuk: Fashion, kosmetik, makanan, peralatan rumah, dan UMKM yang ingin jualan online secara profesional.

Fitur:

  • Catalog lengkap
  • Keranjang belanja
  • Metode pembayaran otomatis
  • Pengiriman otomatis
  • Dashboard laporan penjualan

Kisaran biaya:

Rp 3.000.000 – Rp 15.000.000
(Tergantung kompleksitas & fitur custom)

Note: Kalau ada yang jual Rp 400.000 – Rp 800.000, biasanya itu template siap pakai, fitur terbatas, hosting kecil, atau bukan WooCommerce full system.

4. Landing Page Penjualan

Cocok untuk: Campaign promo, jual 1 produk, jual jasa satu paket.

Fitur:

  • Copywriting
  • CTA WhatsApp
  • Desain sales page
  • Testimoni

Kisaran biaya website landingpage:

Rp 300.000 – Rp 2.500.000

Komponen yang Membuat Biaya Website Berbeda

  1. Domain
    Nama website (misal: tokobunda.com).
    Biaya: Rp 120.000 – Rp 300.000 per tahun
  2. Hosting
    Tempat file website disimpan.
    Biaya: Rp 300.000 – Rp 1.500.000 per tahun
  3. Desain & Pengembangan Website
    Custom → lebih mahal
    Template → lebih murah
    Biaya: Rp 300.000 – Rp 10.000.000
  4. Fitur Tambahan
    Contoh:
  • Payment gateway
  • Integrasi ongkir otomatis
  • Booking online
  • Multi vendor

Biaya: Rp 100.000 – Rp 5.000.000 tergantung fitur

  1. Maintenance
    Perpanjangan hosting, update, support.
    Biaya: Rp 300.000 – Rp 1.200.000 per tahun

Jadi, Berapa Total Biaya Website UMKM di 2025?

Berikut gambaran totalnya:

Paket Hemat (Website Profil)

Rp 800.000 – Rp 2.500.000

Paket Menengah (Katalog Produk)

Rp 1.500.000 – Rp 5.000.000

Paket Profesional (Toko Online)

Rp 3.000.000 – Rp 15.000.000

Harga di atas sudah paling realistis untuk pasar Indonesia tahun 2025.

Kalau ada yang jual Rp 300.000 – Rp 700.000, biasanya itu:

  • hosting mini 100–300 MB
  • template lama
  • nggak ada revisi
  • nggak ada support
  • bukan e-commerce beneran

Jadi hati-hati ya bro. ✌️😎

Tips Memilih Penyedia Jasa Pembuatan Website

  • Cek portofolio — Biar tau kualitasnya.
  • Tanya fitur detail — Jangan hanya lihat harga.
  • Pastikan dapat akses admin — Jangan sampai website lu dikunci.
  • Perhatikan hosting — Jangan pilih yang terlalu kecil.
  • Harus ada garansi — Minimal support 1–3 bulan.
  • Tanya biaya perpanjangan — Biar nggak kaget tahun depan.

🚀 Butuh Website Profesional & Cepat Jadi?

Bangun website bisnis yang tampil premium, ringan, dan SEO-ready bareng Yudigital Studio. Mulai dari landing page, company profile, sampai toko online.

Lihat Paket Website →

FAQ – Biaya Bikin Website UMKM

Apakah UMKM wajib punya website?

Tidak wajib, tapi sangat disarankan karena bisa meningkatkan kepercayaan dan penjualan.

Kenapa harga website bisa berbeda-beda?

Karena faktor hosting, desain, fitur, pengalaman developer, dan tingkat custom.

Bisa nggak bikin website sendiri?

Bisa, pakai WordPress + Elementor. Tapi tetap butuh waktu belajar dan setting teknis.

Berapa biaya perpanjangan website tiap tahun?

Rata-rata Rp 400.000 – Rp 1.500.000, tergantung hosting.

Website murah aman nggak?

Aman kalau penyedianya jelas dan hostingnya tidak kecil banget. Tapi hindari harga terlalu murah tanpa fitur jelas.