Di tahun 2025 ini, bikin online shop makin gampang. Tinggal pilih platform, upload foto produk, pasang harga, bikin caption, lalu promosi di sosmed. Tapi, kenyataannya… nggak sedikit online shop yang tetap sepi walaupun sudah keluar uang buat promosi. Bahkan ada yang tiap hari bikin konten, tapi order masih “no signal”. Pelajari penyebab kenapa online shop gagal dan solusi yang bisa kamu terapkan untuk mendongkrak kembali penjualanmu.
Kalau kamu salah satunya, tenang bro—bukan cuma kamu kok.
Faktanya, lebih dari 60% UMKM online shop gagal bukan karena produknya jelek, tapi karena strategi digitalnya salah arah.
Artikel ini bakal bahas penyebab utama kenapa online shop gagal walaupun sudah promosi, plus cara benerin masalahnya biar jualan mulai ngangkat.
Baca Juga
Panduan Lengkap Bisnis Digital untuk UMKM: Cara Memulai, Jenis, dan Strateginya
Di era serba online seperti sekarang, bisnis digital bukan lagi pilihan tambahan untuk UMKM—tapi sudah menjadi kebutuhan utama…
1. Promosi Tanpa Fondasi: Web/LP Burik, Conversion Rate Rendah
Ini kesalahan terbesar dan paling sering terjadi.
Banyak UMKM ngira:
“Yang penting promosi dulu, masalah website atau landing page nanti-nanti.”
Padahal, kenyataannya kebalik:
Promosi itu cuma mesin masukin orang, website/landing page itu yang nentuin mereka beli atau nggak.
Ciri online shop yang gagal karena fondasi lemah:
❌ Website lemot, buka 5 detik aja udah kabur
❌ Tampilan berantakan & nggak meyakinkan
❌ Checkout ribet
❌ Informasi produk nggak lengkap
❌ Tombol beli kecil atau nggak jelas
Kalau landing page kamu nggak siap, ibarat lo ngajak tamu datang ke warung tapi pintunya susah dibuka.
Solusinya:
- Gunakan website/landing page yang cepat & rapi
- Pastikan tombol CTA jelas
- Foto produk bersih & deskripsi lengkap
- Optimasi mobile (ini penting banget)
2. Promosi Tanpa Target Market (Asal Tembak)
Banyak online shop ngiklan dengan mindset:
“Pokoknya tampil dulu, siapa tau ada yang beli.”
Masalahnya, algoritma iklan itu pinter.
Kalau kamu kasih target asal-asalan, dia akan cari orang yang asal-asalan juga. Alhasil:
❌ Banyak like tapi nggak ada yang beli
❌ Banyak yang tanya harga tapi hilang
❌ Budget iklan habis buat orang yang bukan calon pembeli
Solusi: Tentukan target yang sangat spesifik.
Misal jualan jilbab:
✔ Wanita 18–35 tahun
✔ Suka fashion muslim
✔ Tinggal di kota besar
✔ Tertarik brand sejenis
Makin spesifik targetnya, makin hemat budget & makin tinggi potensi closing.
3. Konten Cuma Hard Selling, Tidak Ada Story atau Edukasi
Online shop gagal bukan karena jarang posting.
Bahkan banyak yang tiap hari upload konten hard selling, tapi penjualan tetap sepi karena:
❌ Penonton merasa “dijualin terus”
❌ Tidak ada alasan buat follow
❌ Tidak membangun brand & kepercayaan
Remember this, bro:
- Orang beli karena percaya, bukan karena disuruh beli.
- Buat online shop UMKM, formula konten terbaik adalah:
- 70% soft selling → tips, edukasi, cara pakai, lifestyle
- 20% storytelling → asal-usul brand, proses produksi
- 10% hard selling → promo, diskon, CTA beli
Kalau ini diterapkan, trust naik → penjualan otomatis ikut naik.
4. Produk Kurang Menarik Dibanding Kompetitor
Bukan berarti produk jelek, tapi sering kali:
- Foto produk kurang profesional
- Tidak ada diferensiasi (kupingnya sama semua 😆)
- Harga kalah saing
- Tidak ada bonus atau value tambahan
- Packaging biasa saja
Di dunia online, orang membeli apa yang mereka lihat, bukan yang mereka bayangkan.
Solusi:
✔ Foto produk harus bersih & konsisten
✔ Tambahkan value seperti bonus kecil
✔ Packaging menarik
✔ Jelaskan keunggulan produk secara jelas
5. Tidak Memiliki Sistem Follow-Up
Ini fatal, dan banyak pemilik online shop tidak sadar.
80% pembelian terjadi setelah follow-up ke-2 sampai ke-7.
Tapi online shop UMKM biasanya menyerah di follow-up pertama.
Kalau pelanggan sudah tanya:
“Masih ada?”
Itu sudah sinyal dia tertarik. Jangan dilepas.
Gunakan sistem follow-up seperti:
- Broadcast WhatsApp
- Chat template
- Keranjang tertinggal (kalau pakai website)
Kalau follow-up rapi, omset bisa naik drastis.
6. Promosi Tapi Tidak Ada Kejelasan Promosi
Banyak yang bilang:
“Promo besar-besaran!”
Tapi:
❌ Tidak jelas diskonnya berapa
❌ Tidak ada tenggat waktu
❌ Tidak dijelaskan manfaatnya
❌ Tidak ada testimoni
❌ Tidak ada CTA yang kuat
Promosi tanpa struktur = nol hasil.
Solusi:
Gunakan format promo yang jelas:
- Diskon: 30% OFF
- Limit waktu: hanya 3 hari
- Bonus: free ongkir
- CTA: klik link / beli sekarang
7. Tidak Mengoptimalkan SEO + Google
Banyak online shop fokus ke Instagram atau TikTok, padahal ribuan orang setiap hari nyari produk langsung lewat Google.
Sayangnya…
❌ Banyak online shop nggak punya website
❌ Atau punya tapi tidak dioptimasi SEO
❌ Atau tidak punya Google Business Profile
Padahal kalau SEO bagus, kamu bisa dapat pengunjung gratis setiap hari tanpa bayar iklan.
Kesimpulan
Kalau online shop kamu sudah promosi tapi tetap sepi, jangan panik.
Seringnya bukan karena produknya jelek, tapi karena strategi digitalnya belum tepat.
Mulai benahi:
✔ Fondasi (website/landing page)
✔ Target market
✔ Konten
✔ Differensiasi produk
✔ Follow-up
✔ Promosi yang jelas
✔ SEO & Google
Perbaiki tujuh poin ini, dijamin penjualan perlahan naik.
🚀 Butuh Website Profesional & Cepat Jadi?
Bangun website bisnis yang tampil premium, ringan, dan SEO-ready bareng Yudigital Studio. Mulai dari landing page, company profile, sampai toko online.
Lihat Paket Website →FAQ – Kenapa Online Shop Gagal
Kenapa online shop sudah promosi tapi tetap tidak ada yang beli?
Karena biasanya fondasi digital seperti website, konten, atau target market belum tepat, sehingga promosi tidak menghasilkan konversi.
Apakah harus punya website agar online shop bisa sukses?
Tidak wajib, tapi sangat direkomendasikan. Website meningkatkan kepercayaan pembeli dan mempermudah proses checkout.
Cocokkah SEO untuk online shop UMKM?
Sangat cocok. SEO membantu toko muncul di Google sehingga bisa mendapatkan pembeli gratis setiap hari tanpa perlu bayar iklan.



