Memilih jasa pembuatan website adalah keputusan besar bagi bisnis apa pun. Website bukan hanya sekadar tampilan online, tetapi juga pusat brand, alat marketing, mesin penjualan, bahkan tempat calon pelanggan menilai profesionalitas sebuah bisnis. Namun, faktanya masih banyak orang yang asal-asalan dalam memilih penyedia jasa, dan akhirnya kecewa karena hasil websitenya tidak sesuai harapan.
Artikel ini membahas kesalahan paling sering dilakukan saat memilih jasa pembuatan website, beserta cara menghindarinya, supaya kamu bisa membuat keputusan yang lebih cerdas, efisien, dan aman.
1. Hanya Melihat Harga Murah Tanpa Menilai Kualitas
Ini adalah kesalahan nomor satu yang paling sering terjadi. Banyak orang mencari yang termurah karena ingin menghemat, tapi akhirnya justru mengeluarkan biaya lebih besar untuk perbaikan.
Harga murah bukan berarti buruk, tetapi website profesional memang membutuhkan waktu, riset, dan skill. Jika budget terlalu ditekan, hasilnya biasanya:
- tampilan seadanya
- fitur tidak berfungsi
- website lemot
- tidak mobile friendly
- tidak SEO friendly
Cara Menghindarinya:
Bandingkan harga dengan hasil portofolio, bukan hanya angka. Cek apakah apa yang ditawarkan sepadan dengan hasil yang mereka tampilkan.
2. Tidak Mengecek Portofolio dengan Detail
Banyak klien hanya melihat portofolio sekilas, atau bahkan tidak mengecek sama sekali. Padahal portofolio adalah bukti nyata kualitas mereka.
Beberapa hal penting yang sering terlewat:
- Apakah desainnya modern dan relevan dengan tren hari ini?
- Apakah websitenya cepat dan responsif?
- Apakah cocok dengan industri kamu?
- Apakah mereka pernah mengerjakan proyek serupa?
Cara Menghindarinya:
Cek 5–10 contoh website yang mereka buat. Buka langsung, bukan hanya lihat gambar. Rasakan sendiri UX dan kecepatannya.
3. Tidak Menanyakan Teknologi yang Digunakan
Banyak jasa website memakai teknologi murah dan asal-asalan. Misalnya theme bajakan, plugin tidak resmi, atau hosting murahan. Ini bisa berbahaya karena:
- website rawan kena hack
- error tidak terduga
- tidak bisa update
- performa buruk
Cara Menghindarinya:
Tanyakan hal-hal ini:
- Apakah theme & plugin original?
- Platform apa yang digunakan? WordPress? Custom?
- Hosting apa yang direkomendasikan?
- Apakah website mudah di-maintain?
Penyedia jasa profesional pasti transparan.
4. Tidak Memastikan Dukungan Setelah Website Jadi
Kesalahan besar lainnya adalah hanya fokus pada proses pembuatan, tetapi lupa menanyakan support setelah website live.
Website butuh:
- maintenance
- update
- backup
- monitoring security
Tanpa support, kamu bisa kerepotan sendiri kalau tiba-tiba website error.
Cara Menghindarinya:
Pastikan ada paket:
- garansi
- maintenance
- revisi
- technical support
Bahkan minimal 1–3 bulan support awal itu penting banget.
5. Mengabaikan SEO dan Kecepatan Website
Banyak orang hanya menilai website dari tampilannya. Padahal website yang bagus bukan hanya cantik, tapi juga harus cepat dan SEO friendly.
Website yang lambat atau tidak teroptimasi SEO sering tidak muncul di Google, sehingga traffic-nya kecil.
Ini masalah yang sering muncul jika jasa pembuatan website tidak punya pemahaman soal optimasi.
Cara Menghindarinya:
Tanyakan apakah website:
- sudah dioptimasi kecepatan
- menggunakan plugin SEO
- memiliki struktur heading yang benar
- mobile friendly
Jika penyedia jasa tidak paham SEO sama sekali, itu pertanda buruk.
6. Tidak Menyepakati Detail Fitur Sejak Awal
Banyak miskomunikasi terjadi karena klien mengira fitur A sudah termasuk, tetapi penyedia jasa mengira itu tambahan.
Akibatnya:
- revisi berkepanjangan
- biaya membengkak
- proses jadi lama
Cara Menghindarinya:
Sebelum mulai, pastikan sudah jelas:
- apa saja fitur yang termasuk
- layout halaman
- deadline pengerjaan
- jumlah revisi
- biaya tambahan jika ada fitur extra
Lebih jelas di awal = lebih aman di akhir.
7. Memilih Penyedia Jasa Tanpa Identitas yang Jelas
Banyak orang tertipu karena memilih jasa pembuatan website yang tidak jelas identitasnya. Misalnya tidak ada:
- alamat kantor
- nomor WhatsApp aktif
- nama pemilik
- testimoni asli
- portofolio valid
Ini rawan, karena beberapa kasus website dibuat asal-asalan lalu ditinggal begitu saja.
Cara Menghindarinya:
Pastikan penyedia jasa:
- punya website resmi
- punya kontak yang bisa dihubungi
- aktif di sosial media
- memiliki testimoni real (bukan stock photo)
Jasa profesional selalu terbuka dan mudah dihubungi.
8. Tidak Meminta Akses Penuh Website Setelah Jadi
Kesalahan terakhir, tapi sangat fatal: tidak meminta login admin dan data penting setelah website selesai. Banyak klien yang kehilangan kendali karena semua akses dipegang developer.
Cara Menghindarinya:
Pastikan kamu punya:
- akses admin WordPress
- akses hosting / cPanel
- database
- file website
- lisensi plugin/theme (jika berhak atasnya)
- Control adalah milik pemilik website, bukan developer.
🚀 Butuh Website Profesional & Cepat Jadi?
Bangun website bisnis yang tampil premium, ringan, dan SEO-ready bareng Yudigital Studio. Mulai dari landing page, company profile, sampai toko online.
Lihat Paket Website →Kesimpulan
Kesalahan memilih jasa pembuatan website sering terjadi karena kurangnya riset dan komunikasi. Dengan memahami poin-poin di atas, kamu bisa menghindari kerugian dan memilih penyedia jasa yang benar-benar profesional, berpengalaman, dan bisa memberikan hasil terbaik untuk bisnismu.
Website adalah aset jangka panjang — jadi jangan sampai salah pilih.
FAQ – Kesalahan Memilih JAsa Pembuatan Website
Apa kesalahan terbesar saat memilih jasa pembuatan website?
Kesalahan terbesar adalah hanya melihat harga tanpa mempertimbangkan kualitas, portofolio, dan support.
Bagaimana cara menilai kualitas penyedia jasa website?
Cek portofolio, performa website yang sudah mereka buat, teknologi yang digunakan, dan testimoni klien.
Apakah saya harus menanyakan akses website saat selesai dibuat?
Iya. Kamu wajib meminta semua akses (admin, hosting, database) agar website benar-benar jadi milikmu.



