Di zaman digital yang makin brutal ini, UMKM bukan cuma butuh eksis—tapi harus pintar ngatur strategi pemasaran yang nyambung antar platform. Dua channel yang paling sering dipakai dan paling gampang diakses adalah Instagram dan website. Makanya kalian harus simak tips dari kami tentang menggabungkan instagram dan website dibawah.
Masalahnya? Banyak yang pakai dua-duanya… tapi nggak pernah disambungin. Hasilnya ya gitu: konten jalan sendiri, website jalan sendiri, tapi penjualan tetap seret.
Padahal kalau kamu bisa menggabungkan Instagram + website dengan cara yang tepat, hasilnya bisa jauh lebih efektif. Bukan cuma naikin trafik, tapi juga ngebangun brand yang lebih kredibel dan ngeboost penjualan jangka panjang.
Nah, artikel ini bakal ngebahas strategi paling realistis buat UMKM—yang bukan teori kosong, tapi yang beneran bisa kamu jalanin tanpa perlu tim 10 orang.
Kenapa UMKM Gagal Iklan Facebook? Ini 7 Kesalahan yang Jarang Dibahas
1. Instagram Menarik Perhatian, Website Menutup Penjualan
Banyak UMKM mikirnya Instagram itu “tempat jual” dan website itu “hiasan”.
Padahal fungsi dasarnya beda:
- Instagram → menarik perhatian + bangun koneksi
- Website → menjawab detail + mengkonversi
Instagram itu tempat orang lihat-lihat, bukan tempat orang baca panjang lebar.
Website itu tempat orang mikir, nimbang, dan akhirnya memutuskan membeli.
Kalau dua channel ini kamu gabungin, alurnya jadi mulus banget:
Lihat di Instagram → tertarik → klik → baca detail → beli.
Simple… tapi powerful.
2. Buat Konten Instagram yang Mengarahkan ke Website
Ini yang sering salah. Banyak UMKM cuma bikin konten tanpa arah, tanpa CTA, tanpa strategi.
Padahal, setiap konten harus punya tujuan:
- Arahkan ke halaman produk
- Arahkan ke artikel blog
- Arahkan ke landing page promo
- Arahkan ke halaman portfolio
Contoh CTA elegan di caption:
- “Detail lengkapnya ada di website kami → link di bio.”
- “Cek koleksi terbaru kami di website.”
- “Baca panduan lengkapnya di blog kami.”
Perlu dicatat: CTA itu bukan jualan, tapi ngarahin.
Bedanya halus tapi efeknya gede.
3. Optimalkan Link in Bio dengan Satu Halaman Khusus
Jangan pake link cuma satu halaman random.
Gunakan:
✔ Halaman “Link Page” di websitemu
Lebih powerful dari Linktree karena:
- branding 100% milikmu
- trafik masuk ke website, bukan ke platform orang
- bisa ditambahin pixel tracking & analytics
- lebih SEO-friendly
Cukup bikin halaman simpel berisi tombol-tombol ke:
- Produk
- Layanan
- Artikel terbaru
- Portfolio
- Promo
Dan pastikan tampilan mobile-nya rapih.
🚀 Butuh Website Profesional & Cepat Jadi?
Bangun website bisnis yang tampil premium, ringan, dan SEO-ready bareng Yudigital. Mulai dari landing page, company profile, sampai toko online.
Lihat Paket Website →4. Gunakan Blog untuk Mencuri Trafik, Instagram untuk Mempercepat
Blog itu mesin jangka panjang.
Instagram itu mesin jangka pendek.
Gabungin keduanya berarti:
- Yang cari di Google → masuk lewat blog
- Yang lihat di IG → masuk lewat postingan
Terus keduanya diproses di halaman website yang sama.
Contoh alur super efektif:
- Bikin artikel “Cara Memilih Skincare untuk Kulit Berminyak”
- Upload IG carousel yang nge-highlight 20% isinya
- Arahkan pembaca ke website buat baca lengkapnya
- Di website arahkan lagi ke produk lo
Traffic → edukasi → closing.
5. Embed Posting IG ke Website Biar Kredibilitas Meningkat
Banyak klien langsung percaya kalau lihat:
- testimoni di IG
- hasil kerja di IG
- before-after di IG
- video reels pendek
Embed IG di website bikin dua hal:
- website terlihat hidup
- visitor percaya bahwa bisnis lo benar-benar aktif
Dan yang paling penting: engagement sosial ngasih efek ke conversion rate.
6.Pasang Pixel Meta di Website untuk Retargeting dari Instagram
Ini yang jarang dibahas, tapi paling penting.
Kalau orang udah pernah ke websitemu, kamu bisa retarget:
- orang yang masuk halaman produk
- orang yang buka landing page
- orang yang baca artikel tertentu
Jadi ketika mereka buka Instagram lagi, mereka lihat iklan lo.
Alurnya jadi makin strong:
IG → Website → Retarget Ads → Closing
UMKM yang mulai pakai strategi ini biasanya naik drastis, bro.

7. Konsisten Branding Antar Dua Platform
Kalau IG kalian aesthetic tapi website acak-acakan, orang langsung pindah.
Kalau website rapi tapi IG kalian kayak jualan barang bekas, orang ragu beli.
Dua-duanya harus:
- tone warna sama
- gaya foto sama
- vibe brand sama
- messaging konsisten
Keselarasan itu bikin orang percaya.
Ingat: orang beli karena percaya.
8.Utamakan Experience di Mobile
Traffic Instagram 99% dari mobile.
Kalau mereka klik websitemu dari IG, terus layout berantakan, ya wassalam.
Checklist mobile-friendly:
- tombol gede
- font jelas
- loading cepat
- menu simple
- gambar gak berat
Kalau websitemu lemot 3 detik aja, 53% pengguna langsung kabur.
Kesimpulan
Instagram itu magnet.
Website itu mesin uang.
Kalau dua-duanya digabung dengan strategi yang benar, UMKM bisa:
✔ dapetin trafik lebih besar
✔ bangun branding lebih kuat
✔ nurturing pelanggan lebih rapi
✔ tingkatin conversion rate
Di era digital yang makin kompetitif, ngandelin satu platform doang itu bunuh diri pelan-pelan. Integrasi dua channel ini bukan lagi pilihan—tapi harus. Oleh sebab itu menggabungkan instagram dan website merupakan salah satu jurus jitu untuk mendongkrak penjualanmu.
FAQ – Menggabungkan Instagram Dan Website
Kenapa harus menggabungkan Instagram dan website?
Karena Instagram bagus untuk menarik perhatian, sementara website lebih kuat untuk memberikan detail dan menutup penjualan. Kombinasi keduanya meningkatkan konversi secara signifikan.
Apakah IG saja cukup untuk promosi?
Tidak. Instagram hanya platform pinjaman. Website adalah aset jangka panjang yang bisa mendatangkan trafik organik dari Google dan memberi kesan profesional.
Apakah perlu bikin halaman khusus untuk link bio?
Sangat dianjurkan. Halaman ini mempermudah pengunjung menemukan informasi penting dan mengarahkan trafik kembali ke website lo, bukan ke platform lain.



